Pengenalan Sistem Terdistribusi & Arsitektur Client–Server
Tujuan Praktikum
Setelah praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Memahami konsep dasar sistem terdistribusi
- Memahami cara kerja arsitektur client–server
- Mensimulasikan komunikasi client–server secara sederhana
- Mengaitkan teori dengan contoh nyata (web, IoT, aplikasi modern)
1️⃣ Pengenalan Sistem Terdistribusi (Ringan & Konseptual)
Apa itu Sistem Terdistribusi?
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan komputer/perangkat yang saling terhubung melalui jaringan, bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, dan terlihat seperti satu sistem tunggal bagi pengguna.
Ciri utama:
- Komputer berada di lokasi berbeda
- Tidak berbagi memori langsung
- Komunikasi melalui jaringan
- Bekerja secara bersamaan (simultan)
Contoh sehari-hari
- Website (browser ↔ server)
- Aplikasi mobile ↔ cloud
- IoT sensor ↔ dashboard
- WhatsApp, Google Drive, Shopee
Sistem terdistribusi seperti tim kerja jarak jauh (remote).
Setiap orang berada di tempat berbeda, tetapi tetap bekerja sama melalui WhatsApp, Zoom, atau Email.
2️⃣ Arsitektur Client–Server (Konsep Dasar)
Apa itu Client–Server?
Arsitektur Client–Server adalah model di mana:
-
Client meminta layanan
-
Server menyediakan layanan
Contoh nyata
| Client | Server |
|---|---|
| Browser | Web Server |
| Aplikasi Android | API Server |
| ESP32 | Cloud Server |
📌 Pola komunikasi:
Request → Proses → Response
3️⃣ Praktikum 1 – Simulasi Client–Server (Tanpa Coding Berat)
🎯 Tujuan
Mahasiswa memahami alur komunikasi client–server tanpa perlu pemrograman kompleks.
Alat
-
Browser (Chrome / Firefox)
-
Internet
-
Situs contoh API publik
Langkah Praktikum
Langkah 1 – Client Mengirim Request
Buka browser dan akses:
📌 Browser = Client
📌 Website API = Server
Langkah 2 – Server Memberi Response
Server mengirim data dalam bentuk JSON:
"userId": 1,
"id": 1,
"title": "sunt aut facere repellat",
"body": "quia et suscipit..."
}
Penjelasan sederhana:
Client meminta data → Server memproses → Server mengirim data kembali.
4️⃣ Praktikum 2 – Model Client–Server dengan Diagram Manual
🎯 Tujuan
Mahasiswa memahami peran masing-masing komponen.
Aktivitas
Minta mahasiswa menggambar diagram berikut di kertas / papan:
|
| Request (HTTP)
v
[ Server ]
|
| Response (Data)
v
[ Client ]
📌 Diskusikan:
-
Apa yang terjadi jika server mati?
-
Apa yang terjadi jika client terlalu banyak?
5️⃣ Praktikum 3 – Simulasi Client–Server pada IoT (Konseptual)
Studi Kasus Mini: Monitoring Suhu
Alur Sistem
-
Sensor suhu membaca data
-
ESP32 mengirim data ke server
-
Server menyimpan data
-
Dashboard menampilkan data
📌 Peran:
-
ESP32 → Client
-
Server cloud → Server
-
Dashboard → Client lain
📘 Pesan penting:
Satu server bisa melayani banyak client sekaligus.
6️⃣ Praktikum 4 – Sinkron vs Asinkron (Simulasi Diskusi)
Skenario
Bayangkan:
-
50 mahasiswa login bersamaan
-
50 mahasiswa mengirim tugas bersamaan
📌 Diskusikan:
-
Login cocok sinkron atau asinkron?
-
Upload tugas cocok sinkron atau asinkron?
Jawaban ringan:
-
Login → Sinkron (butuh hasil langsung)
-
Upload → Bisa asinkron (diproses bertahap)
7️⃣ Rangkuman Praktikum
✔ Sistem terdistribusi = banyak komputer bekerja bersama
✔ Client–Server = model komunikasi paling dasar
✔ Client meminta, server melayani
✔ Digunakan pada web, mobile, dan IoT
✔ Menjadi dasar untuk microservices & cloud
8️⃣ Tugas Praktikum (Ringan & Edukatif)
Tugas 1 – Pemahaman Konsep
Jelaskan dengan bahasamu sendiri:
-
Apa itu client?
-
Apa itu server?
-
Mengapa sistem modern menggunakan sistem terdistribusi?
Tugas 2 – Analisis Kasus
Sebuah aplikasi absensi online sering lambat saat jam masuk kuliah.
-
Siapa yang berperan sebagai client?
-
Siapa yang berperan sebagai server?
-
Masalah ada di sisi mana?
9️⃣ Penutup untuk Mahasiswa
Hampir semua aplikasi yang kalian gunakan setiap hari
dibangun di atas konsep sistem terdistribusi dan client–server.Memahami konsep ini adalah fondasi utama sebelum belajar:
Web Programming
IoT
Cloud Computing
Microservices




